Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasehat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Mei 2019

TIGA NASIHAT DAN WASIAT SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAAZ

Pertama : Memikirkan Dan Merenungi Tujuan Kita Diciptakan
Allah berfirman : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. [adz Dzariyaat : 56].
Maka wajib bagi siapa saja yang hendak menasihati dirinya agar memberikan perhatian lebih kepada tujuan penciptaan dirinya dan lebih memprioritaskannya di atas segalanya. Dan hendaklah waspada, jangan sampai lebih mengutamakan dunia daripada akhirat, hawa nafsu daripada petunjuk, lebih mentaati nafsu dan setan daripada mentaati ar Rahman.
Kedua : Diantara Yang Aku Wasiatkan Kepada Anda Sekalian Dan Diri Saya Pribadi Yaitu, Hendaklah Tetap Membaca Dan Memperbanyak Membaca Al Qur`an Sambil Mentadabburi, Memahami Dan Memikirkan Makna-Maknanya Yang Bisa Membersihkan Jiwa, Menyadarkan Agar Tidak Mengikuti Hawa Nafsu Dan Setan.
Allah Azza wa Jalla berfirman : Sesungguhnya al Qur`an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. [al Israa` : 9]
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : Dan al Qur`an ini diwahyukan kepadaku supaya aku memberi peringatan kepada kalian dengannya dan kepada orang-orang yang sampai (kepadanya) al Qur`an. [al Israa` : 19].
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. [Yunus : 57].
Ketiga : Mengangungkan Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Gemar Mendengarkannya Dan Antusias Menghadiri Majlis Dzikir (Majelis Ilmu), Tempat Kitabullah Dan Hadits-Hadits Rasulullah Dibacakan.
Allah berfirman : Barangsiapa yang menta'ati Rasul itu (Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ), sesungguhnya ia telah menta'ati Allah. [an Nisaa` : 80].

Rabu, 06 Maret 2013

Perang Doa

Dua pasukan telah berhadap-hadapan. Pasukan Al Haq yang dipimpin oleh Rasulullah dan pasukan Al Bathil yang dipimpin Abu Jahal telah saling melihat dan bersiaga di Badar, hari itu.

Di malam menjelang pertempuran, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan doa yang penuh kepasrahan, ketundukan dan kekhusyu’an. Sampai-sampai mantel beliau terjatuh dari pundaknya. Bahkan Abu Bakar yang turut menemani beliau berdoa sampai berkata sambil menangis: “Cukup wahai Rasulullah, cukup wahai Rasulullah.”

Dalam doanya itu, Rasulullah menyerahkan kelangsungan umat yang beribadah kepada Allah ini kepada-Nya. “Ya Allah, jika pasukan ini hancur pada hari ini, tentu Engkau tidak akan disembah lagi,” doa Rasulullah diselingi isak tangis, “ya Allah, kecuali Engkau menghendaki untuk tidak disembah lagi setelah hari ini.”

Pada kelompok yang bersebarangan, Abu Jahal pun memanjatkan “doa” kepada Allah. Ia katakan “Ya Allah! Dia (Muhammad) telah menyebabkan hubungan persaudaraan antar sesama kami terputus, dia telah datang kepada kami dengan sesuat yang tidak kami kenal, karenanya, hancurkanlah dia esok hari.”

Malam itu benar-benar terjadi “perang doa”. Satu doa dipanjatkan oleh Al Amin, seseorang yang ’azizun ‘alaihi maa anittum, hariisun ‘alaikum bil mu’miniina ra’uufur-rahiim dan telah dinyatakan Allah sebagai orang yang ’ala khuluqin ‘adhiim. Sedangkan doa yang lain dipanjatkan oleh orang yang menghabiskan segala potensinya untuk menghambat dan menghadang laju dakwah.

Malam itu terjadi perang doa, antara seorang yang tawadhu, tawakkal, khusyu’, bercita-cita mulia serta tajarud, melawan doa orang yang congkak, bengis, arogan, riya’ dan bercita-cita kotor.

Al Qur’an dan sejarah kemudian mencatat, kemenangan berpihak kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak berpihak kepada Abu Jahal.

Al Qur’an dan sejarah kemudian mencatat, kemenangan berpihak kepada ’ala khuluqin ‘adhiim, dan tidak berpihak kepada penghambat laju dakwah.

Al Qur’an dan sejarah kemudian mencatat, kemenangan berpihak kepada kelompok yang tawadhu, tawakkal, khusyu’, bercita-cita mulia serta tajarud. Tidak berpihak kepada orang-orang yang congkak, bengis, arogan, riya’ dan bercita-cita kotor.

Saudaraku, jika engkau mendapati hari ini tengah dan akan berlangsung “peperangan” antara haq dan bathil, pertempuran untuk memenangkan dakwah atas para penentangnya, berdoalah kepada Allah. Berdoalah yang khusyu’ penuh harap, diiringi tawakkal dan keyakinan bahwa kemenangan dari Allah. Bisa jadi musuhmu juga berdoa hingga terulang perang doa. Maka bersungguhlah dalam berdoa. Contohlah nabimu yang menangis dan mengulang-ulang doanya. Contohlah nabimu yang tidak mempedulikan mantelnya terjatuh dan dinginnya malam badar menusuk tulang. Sebab ia khusyu’ dengan doanya. [Disarikan dari Rambu-rambu Amal, karya Ust Musyaffa A. Rahim]

Jumat, 15 April 2011

Nasehat Iman Nawawi al-Bantani

Hiduplah engkau seberapapun lamanya, namun engkau pasti akan mati
Cintailah siapa saja yang engkau suka, namun engkau pasti akan berpisah dengannya
Berbuatlah semaumu, namun engkau pasti akan mendapat balasannya
Barangsiapa ridha dengan rizki yang telah Allah berikan, maka ia akan tenang di dunia dan akhirat
Barangsiapa dapat menundukkan nafsu Syahwatnya, maka ia menjadi orang yang
Mulia di dunia dan akhirat
Barangsiapa merasa cukup, sehingga tidak Mengharapkan pemberian orang lain maka
Dia akan selamat di dunia dan akhirat
Barangsiapa dapat memelihara lisannya, Maka dia akan selamat di dunia dan akhirat

10 NASEHAT IMAM HASAN ALBANNA

  1. Dirikanlah sholat saat engkau setiapkali mendengar azan, dalam keadaan apapun.
  2. Bacalah al-Quran, telaah isinya, dengarkan, dan berzikirlah kepada Allah. Jangan gunakan sebagian waktumu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
  3. Bersungguh-sungguhlah untuk berbicara bahasa Arab fusha'. Karena itu termasuk syiar Islam.
  4. Jangan banyak berdebat dalam hal apapun, karena bersikap hipokrit tidak akan pernah mendatangkan kebaikan.
  5. Jangan banyak tertawa, karena hati yang maushul kepada Allah adalah hati yang tenang dan stabil.
  6. Jangan bercanda, karena umat yang bersungguh-sungguh tidak mengenal apapun selain kesungguhan.
  7. Jangan keraskan suaramu melebihi yang dibutuhkan pendengar, karena hanya akan mengakibatkan serampangan dan menyakitkan (orang lain).
  8. Jauhi menggunjing orang lain dan melukai perilaku orang, dan janganlah berbicara kecuali yang baik.
  9. Lakukanlah 'ta'aruf' (perkenalan) dengan saudara-saudara yang engkau temui meskipun, mereka tidak menuntutmu demikian. Sesungguhnya pondasi dakwah kita adalah cinta dan saling mengenal.
  10. Kewajiban kita lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Maka bantulah orang lain untuk memanfaatkan waktunya. Kalau engkau punya keperluan, maka segeralah tunaikan kebutuhannya.

Kamis, 14 April 2011

TIGA NASIHAT DAN WASIAT SYAIKH ABDUL AZIZ BIN ABDULLAH BIN BAAZ

Pertama : Memikirkan Dan Merenungi Tujuan Kita Diciptakan
Allah berfirman : Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu. [adz Dzariyaat : 56].
Maka wajib bagi siapa saja yang hendak menasihati dirinya agar memberikan perhatian lebih kepada tujuan penciptaan dirinya dan lebih memprioritaskannya di atas segalanya. Dan hendaklah waspada, jangan sampai lebih mengutamakan dunia daripada akhirat, hawa nafsu daripada petunjuk, lebih mentaati nafsu dan setan daripada mentaati ar Rahman.
Kedua : Diantara Yang Aku Wasiatkan Kepada Anda Sekalian Dan Diri Saya Pribadi Yaitu, Hendaklah Tetap Membaca Dan Memperbanyak Membaca Al Qur`an Sambil Mentadabburi, Memahami Dan Memikirkan Makna-Maknanya Yang Bisa Membersihkan Jiwa, Menyadarkan Agar Tidak Mengikuti Hawa Nafsu Dan Setan.
Allah Azza wa Jalla berfirman : Sesungguhnya al Qur`an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. [al Israa` : 9]
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : Dan al Qur`an ini diwahyukan kepadaku supaya aku memberi peringatan kepada kalian dengannya dan kepada orang-orang yang sampai (kepadanya) al Qur`an. [al Israa` : 19].
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman : Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. [Yunus : 57].
Ketiga : Mengangungkan Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Gemar Mendengarkannya Dan Antusias Menghadiri Majlis Dzikir (Majelis Ilmu), Tempat Kitabullah Dan Hadits-Hadits Rasulullah Dibacakan.
Allah berfirman : Barangsiapa yang menta'ati Rasul itu (Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam ), sesungguhnya ia telah menta'ati Allah. [an Nisaa` : 80].

Nasihat Luqman Kepada Anaknya

Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dibanding dirinya. Tak terkecuali seorang penjahat sekalipun, dia akan berharap buah hati-nya kelak akan tumbuh menjadi orang yang baik. Tapi sangat kecil kemungkinan seorang anak akan tumbuh menjadi orang baik, kalau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang kurang baik, diberikan makanan dari hasil yang tidak baik, serta diberikan penasihatan-penasihatan yang jauh dari kebaikan.
Banyak contoh yang bisa kita tiru dari kehidupan orang-orang shaleh terdahulu, untuk mempersiakan anaknya menajadi orang baik dan membawa kebaikan. Salah satu kisah yang sangat terkenal adalah kisah Luqman Hakim. Luqman Hakim bukanlah seorang nabi dan rasul, dia hanyalah manusia biasa.

At-tabari mengatakan bahwa Luqman adalah seorang hamba dari negeri Habsyah yang bekerja sebagai tukang kayu. Namun namanya terpatri abadi didalam Al-Qur’an. Al-Qur’an menyebutnya sebagai laki-laki shaleh yang memberikan untaian nasihat luhur kepada anaknya. Dalam beberapa penuturan, Luqman dilukiskan sebagai orang yang bijak, santun, dan penderma. Al-Qur’an mengatakan bahwa Luqman dikaruniai hikmah (kebijaksanaan) (QS Luqman [31]: 12).
Terkait wasiat atau nasihat Luqman, al-Qur’an merincinya dalam beberapa ayat.
Pertama : Nasihat untuk selalu menjauhi perbuatan syirik,  ”Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah), sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar’” (QS: Luqman [31]:13).
Kedua : Selalu berbuat baik kepada kedua orang tua (QS Luqman [31]: 14), terutama kepada ibu. Islam memberikan penghormatan dan kedudukan yang amat tinggi kepada para ibu, sampai-sampai disebutkan bahwa “surga berada dibawah telapak kaki ibu”.
Ketiga : Tidak mengikuti anjuran dan perintah orang tua dalam kemaksiatan. Meski demikian, perintah orang tua untuk membangkang terhadap perintah Allah SWT, tidak menggugurkan kewajiban anak untuk senantiasa berbuat baik kepada mereka (QS Luqman [31]: 15)
Keempat : Selalu bersyukur karena meyakini bahwa semua nikmat berasal dari Allah Swt, tapi juga harus dilanjutkan dengan perbuatan. Misalnya, menyisihkan sebagian dari harta kita kepada kaum fakir miskin. Dalam al-Qur’an Allah SWT menyatakan bahwa jika kita bersyukur atas karunia-Nya, maka nikmat yang kita terima akan bertambah (QS Ibrahim [14]: 7).
Kelima : Selalu berbuat baik walau sekecil apapun (QS Luqman [31]: 16).
Keenam : Tidak lalai dalam mengerjakan shalat, senantiasa menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemunkaran, serta selalu bersabar dalam setiap kondisi (QS Luqman [31]: 17).
Ketujuh : Membuang sikap sombong yang ada dalam diri (QS Luqman [31]: 18)
Kedelapan : Selalu rendah hati dan tidak mengucapkan kata-kata kasar (QS Luqman [31]: 19).
Itulah nasihat-nasihat Luqman kepada anaknya yang diabadikan dalam al-Qur’an. Semoga kita bisa mencontoh tauladan kebaikan ini dalam kehidupan sehari-hari.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management