Sabtu, 16 April 2011

Sekolah Mencetak Pengangguran, Benarkah?

Sekarang saja, ada sekitar 750.000 lulusan program diploma dan sarjana yang menganggur. Jumlah penganggur itu akan makin membengkak jika ditambah jutaan siswa putus sekolah dari tingkat SD hingga SLTA. Tercatat, sejak 2002, jumlah mereka yang putus sekolah itu rata-rata lebih dari 1,5 juta siswa setiap tahun. Dalam “kalimat lain”, ada sekitar 50 juta anak Indonesia yang tak mendapatkan layanan pendidikan di jenjangnya (Kompas, 8 April 2011).
Tulisan di atas merupakan kutipan opini panjang yang ditulis oleh Yudhistira ANM Massardi. Opini itu berjudul Berhentilah Sekolah Sebelum Terlambat. Pada intinya, menurutku, kolumnis menyoroti kesalahan system pendidikan yang berlaku di Indonesia saat ini. Dijelaskan oleh penulis bahwa rerata anak sekolah bertujuan agar ia dapat menjadi pegawai (negeri) setelah lulus sekolah. Sementara, peluang kerja itu semakin berkurang seiring kemajuan teknologi yang membantu terjadinya efisiensi tenaga kerja. Oleh karena itu, penulis menyarankan agar sekolah membangun budaya kreativitas melalui terbangunnya imajinasi bagi siswanya. Aku sangat menyukai kalimat ini: kreativitas melalui imajinasi.
Sebagai motivator dan pengajar, aku sering membangkitkan semangat siswa dan mahasiswa dengan dunia yang saat ini kutekuni: dunia kepenulisan. Aku sering “memamerkan” beragam keenakan menjadi penulis buku: punya uang banyak, sering diundang ke penjuru tanah air, bertemu pejabat penting,  dapat honor, menginap di hotel berbintang dan lain-lain. Lalu, banyak siswa dan mahasiswaku bertanya, “Bagaimanakah caranya agar dapat menjadi penulis buku? Sebuah pertanyaan yang teramat kuharapkan. Mengapa? Karena siswa dan mahasiswa terbangkitkan imajinasi untuk memunculkan kreativitasnya.
Iya, kita harus menumbuhkan kreativitas mereka. Bagaimanakah membangunnya? Menurutku, membangun kreativitas anak dapat dilakukan dengan tiga cara. Ketiganya adalah membangun imajinasi, menjadi contoh, dan mengakomodasi kreativitasnya. Berikut kupasannnya.
Membangun Imajinasi
Suatu hari, aku membawa uang sangat banyak ke kelas. Aku sengaja membawa uang royalti buku itu untuk kutunjukkan kepada siswa dan mahasiswaku. Aku menata uang itu di atas meja depan kelas sambil menunggu kehadiran siswa dan mahasiswaku. Tak berapa lama kemudian, kelas dipenuhi olehnya.
Banyak siswa dan mahasiswa terheran-heran, mengapa di mejaku tergeletak begitu banyak uang? Aku pun mulai mengajar. Di sela-sela mengajar itulah, aku memasukkan nilai-nilai edukasi berbentuk motivasi. “Apakah Anda ingin kaya?” tanyaku kemudian.
Sontak, semua siswa dan mahasiswa menjawab, “Mau!”
“Kalau Anda ingin kaya, jadilah penulis buku. Ini contohnya!” ucapku sambil menuding ke arah setumpuk uang. Dari suasana itulah, aku membangun imajinasi mereka. Aku memberikan bayang-bayang keindahan bahwa betapa enaknya menjadi penulis buku. Uang tak perlu dicari karena uang itu akan datang sendiri. Dan benar adanya, banyak siswa dan mahasiswa terbangun imajinasinya melalui berbagai pertanyaan yang ditujukan kepadaku.
Menjadi Contoh
Kita itu krisis teladan. Kita begitu sulit menemukan orang yang dapat dijadikan teladan. Pada awalnya, orang itu tampak sholeh, santun, disegani, agamais dan lain-lain. Namun, orang itu ternyata penipu. Orang itu membungkus kebusukan dirinya dengan perilaku itu. Sepandai-pandai membungkus bangkai, akhirnya tercium juga.
Maka, aku berusaha tidak meniru orang itu. Aku ingin menjadi contoh atau figur bagi anak, istri, lingkungan, dan kawan-kawanku. Dan aku memulai langkah awal itu melalui karya nyata dan mengurangi banyak bicara. Aku sering mengasingkan diri dari suasana keramaian kantor. Aku suka menyendiri dengan membaca buku ke perpustakaan. Aku suka merenung dan atau menulis di taman sekolah atau kampus.
Kebiasaan ini terasa kurang lazim. Maka, beberapa teman bertanya, “Mengapa Pak Johan jarang terlihat di kantor?”
Mendengar pertanyaan itu, aku menjawab, “Maaf, aku tidak dapat mengimbangi obrolan teman-teman. Karena masih bodoh, aku lebih suka di sini”
Banyak teman menyindir dengan sikap yang tidak kusukai. Aku dianggap sombong, sok, dan seabreg predikat buruk lainnya. Namun, beberapa teman justru mengikuti jejakku. Beberapa teman ikut membaca buku dan belajar menulis bersama denganku. Senangnya belajar bersama dengan mereka!
Mengakomodasi Kreativitas
Hendaknya kita tidak hanya pandai menyuruh. Namun, kita harus menerima hasil dari perintah itu. Ketika kita menyuruh seseorang, kita harus mengakomodasi hasilnya. Seperti apapun hasilnya, kita harus menghormati dan menghargainya.
Sedemikian halnya dengan diriku. Aku teramat menyukai hasil karya siswa dan mahasiswaku. Aku suka mencoret-coret hasil pekerjaan mereka. Namun, aku juga memberikan masukan agar karya itu menjadi lebih baik. Pada akhir pertemuan, biasanya aku memberikan penawaran agar tulisan itu dikirim ke media cetak. Sebagai pemotivasi, aku berjanji, “Saya akan memberikan nilai PLUS jika tulisan kalian dimuat.” Hasilnya sungguh luar biasa. Beberapa tulisan mereka memang dimuat. Dan itu berarti bahwa aku harus menepati janji!
Jadi, aku sependapat dengan penulis. Untuk apa sekolah jika tidak diajarkan kreativitas. Sementara, kreativitas siswa dan mahasiswa akan tumbuh jika guru dan pengajarnya juga kreatif. Tanpa keteladanan, mustahil itu tercapai. Murid itu bagaimana gurunya. Guru kreatif akan melahirkan murid kreatif. Dan itu pun berlaku sebaliknya!

From : ekonomi.kompasiana.com

8 Langkah Agar Kulit Tetap Mulus

Keriput dan kulit kering adalah salah satu dari tanda-tanda penuaan pada kulit. Tapi ini tak harus terjadi dengan cepat jika kita tahu bagaimana meminimalisirnya. Jika ingin kulit tetap halus, kenyal dan tidak keriput, University of Maryland Medical Center punya beberapa saran:
1. Makan banyak sayur, buah dan gandum utuh.
2. Masukkan minyak sehat dalam diet Anda, seperti minyak zaitun,
3. Seringlah berolahraga.
4. Jangan merokok dan hindari tempat dimana kemungkinan Anda bisa jadi perokok pasif.
5. Jangan minum alkohol dalam waktu tiga jam sebelum pergi tidur.
6. Bersihkan wajah dengan pembersih yang lembut dan gunakan pelembab setiap hari.
7.Tapi jangan terlalu sering membersihkan wajah dengan air mentah, ini bisa menghilangkan kelembaban alami kulit. Sekali sehari sudah cukup.
8. Gunakan tabir surya setiap hari. Hindari paparan matahari secara langsung, terutama pada jam 10 pagi hingga 4 sore saat sinar ultraviolet paling tajam. 
From : www.tempointeraktif.com

6 Tempat Paling Beracun Di Dunia

1. Citarum River, Indonesia
Dikenal sebagai sungai yang paling terkontaminasi di dunia. Sekitar 5 juta orang hidup disepanjang sungai ini dan kebanyakan dari mereka bergantung pada sungai ini untuk kebutuhan sehari2.

http://www.zonaaneh.blogspot.com



2. Chernobyl, Ukraine

Chernobyl adalah kota di utara Ukraina tempat terjadinya the Chernobyl disaster tahun 1986, nuklir plant terburuk dalam sejarah. Tadinya menjadi rumah bagi 14.000 kepala rumah tangga, namun skrg menjadi tidak berpenghuni dan tidak aman karena masih tingginya kadar radiasi yang tertinggal.
http://www.zonaaneh.blogspot.com

3. Linfen, China

Linfen merupakan kota yang memiliki polusi udara tertinggi dibanding kota manapun. Bertempat di jantung pertambangan di China, sekaligus tempat berkumpulnya polusi dari berbagai pabrik, maka udara di kota ini selalu gelap. Ketika Anda menggantung cucian di luar, maka sebelum kering, cucian Anda sudah berubah warna menjadi hitam.has more air pollution than any other city in the world.
http://www.zonaaneh.blogspot.com

4. Yamuna River, India

Yamuna adalah anak sungai terbesar dari sungai Gangga. Melintasi kota Delhi, diperkirakan 58% dari limbah kota dibuang ke sungai ini. Namun jutaan penduduk masih terus bergantung pada sungai yang suram dan kotor ini untuk mencuci, membuang kotoran dan minum.
http://www.zonaaneh.blogspot.com

5. La Oroya, Peru

Lo Oroya adalah kota tambang berselimutkan jelaga di Pegunungan Andes. 99% dari anak yang tinggal disini darahnya sudah diracuni oleh timah. Ini merupakan "kontribusi" dari sebuah perusahaan Amerika yang bergerak dlm bidang pencairan timah sejak 1922 yang dibangun disana.
http://www.zonaaneh.blogspot.com

6. Kabwe, Zambia

Timah dan kadmium "merendam" bukit2 di Kabwe setelah adanya pertambangan selama berabad2 disana. Anak2 disini memiliki kadar timah antara 5- 10 kali kadar yg dibolehkan oleh U.S environmental protection agency. Tanah disana pun sudah terkontaminasi sampai apapun tidak bisa tumbuh.
http://www.zonaaneh.blogspot.com
Sumber :
http://zonaaneh.blogspot.com/2011/04/6-tempat-paling-beracun-di-dunia.html
aneh92 16 Apr, 2011

Kata Orang Singapura Tentang Indonesia, Malu Gan



Suatu pagi di Bandar Lampung, kami menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya
melayu, english, (atau singlish) beliau menceritakan pengalaman2
hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis,
spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

'Your country is so rich!'

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

'Indonesia doesn't need the world, but the world needs Indonesia'

'Everything can be found here in Indonesia, u don't need the world'

'Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan,

dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !'



'Singapore is nothing, we cant be rich without Indonesia . 500.000
orang Indonesia berlibur ke Singapura setiap bulan. Bisa terbayang uang
yang masuk ke kami, apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun
orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah
rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat.'

'Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan
Indonesia masuk? Ya, benar2 panik. sangat terasa, we are nothing.'

'Kalian ga tau kan klo Agustus kemarin dunia krisis beras. Termasuk di
Singapura dan Malaysia, kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras'

'Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air
bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke Kalimantan, bahkan
pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari
bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan
si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya
sendiri'

'Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo
Indonesia?! Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut
kalau kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. Harusnya
KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah dari petani2
kita sendiri, belilah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu
kalian impor klo bisa produksi sendiri.'

'Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia

will rules the world..'

So, let's we love our products.
http://sourceflame.blogspot.com
aneh92 16 Apr, 2011

Inilah Dokter Pertama di Dunia Ternyata Adalah Seorang ILMUAN MUSLIM, PENDIDIKAN



IBNU SINA dokter pertama di dunia dikenal juga sebagai Avicenna di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Beliau juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah “Bapak Pengobatan Modern” dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal adalah Qanun fi Thib yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Berkas:AvicennaPersian.jpg
Karya Ibnu Sina, fisikawan terbesar Persia abad pertengahan , memainkan peranan penting pada Pembangunan kembali Eropa.
Ibnu Sina, Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā (Persia ابوعلى سينا Abu Ali Sina atau dalam tulisan arab : أبو علي الحسين بن عبد الله بن سينا) sering dilatinkan Ibnu Sina adalah seorang Persia, fisikawan, filosofis, dan ilmuwan yang lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar. Banyak diantaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. dia dianggap oleh banyak orang sebagai “bapak kedokteran modern.” George Sarton menyebut Ibnu Sina “ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu.” pekerjaannya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, d**enal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Awal Kehidupan
Kehidupannyan d**enal lewat sumber – sumber berkuasa. Suatu autobiografi membahas tiga puluh tahun pertama kehidupannya, dan sisanya didokumentasikan oleh muridnya al-Juzajani, yang juga sekretarisnya dan temannya.

Ibnu Sina lahir pada tahun 370 (H) / 980 (M) di rumah ibunya Afshana, sebuah kota kecil sekarang wilayah Uzbekistan (bagian dari Persia). Ayahnya, seorang sarjana terhormat Ismaili, berasal dari Balkh Khorasan, dan pada saat kelahiran putranya dia adalah gubernur suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh ibn Mansur, sekarang wilayah Afghanistan (dan juga Persia). dia menginginkan putranya dididik dengan baik di Bukhara.

Meskipun secara tradisional dipengaruhi oleh cabang Islam Ismaili, pemikiran Ibnu Sina independen dengan memiliki kepintaran dan ingatan luar biasa, yang mengizinkannya menyusul para gurunya pada usia 14 tahun.

Ibn Sina dididik dibawah tanggung jawab seorang guru, dan kepandaiannya segera membuatnya menjadi kekaguman diantara para tetangganya; dia menampilkan suatu pengecualian sikap intellectual dan seorang anak yang luar biasa kepandaiannya / Child prodigy yang telah menghafal Al-Quran pada usia 5 tahun dan juga seorang ahli puisi Persia. dari seorang pedagan sayur dia mempelajari aritmatika, dan dia memulai untuk belajar yang lain dari seorang sarjana yang memperoleh suatu mata pencaharian dari merawat orang sakit dan mengajar anak muda.

Meskipun bermasalah besar pada masalah – masalah metafisika dan pada beberapa tulisan Aristoteles. Sehingga, untuk satu setengah tahun berikutnya, dia juga mempelajari filosofi, dimana dia menghadapi banyak rintangan. pada beberapa penyelidikan yang membingungkan, dia akan meninggalkan buku – bukunya, mengambil air wudhu, lalu pergi ke masjid, dan terus sholat sampai hidayah menyelesaikan kesulitan – kesulitannya. Pada larut malam dia akan melanjutkan kegiatan belajarnya, menstimulasi perasaannya dengan kadangkala segelas susu kambing, dan meskipun dalam mimpinya masalah akan mengikutinya dan memberikan solusinya. Empat puluh kali, dikatakan, dia membaca Metaphysics dari Aristoteles, sampai kata – katanya tertulis dalam ingatannya; tetapi artinya tak d**enal, sampai suatu hari mereka menemukan pencerahan, dari uraian singkat oleh Farabi, yang dibelinya di suatu bookstall seharga tiga dirham. Yang sangat mengagumkan adalah kesenangannya pada penemuan, yang dibuat dengan bantuan yang dia harapkan hanya misteri, yang mempercepat untuk berterima kasih kepada Allah SWT, dan memberikan sedekah atas orang miskin.

Dia mempelajari kedokteran pada usia 16, dan tidak hanya belajar teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit, melalui perhitungannya sendiri, menemukan metode – metode baru dari perawatan. Anak muda ini memperoleh predikat sebagai seorang fisikawan pada usia 18 tahun dan menemukan bahwa “Kedokteran tidaklah ilmu yang sulit ataupun menjengkelkan, seperti matematika dan metafisika, sehingga saya cepat memperoleh kemajuan; saya menjadi dokter yang sangat baik dan mulai merawat para pasien, menggunakan obat – obat yang sesuai.” Kemasyuran sang fisikawan muda menyebar dengan cepat, dan dia merawat banyak pasien tanpa meminta bayaran.

Pekerjaan pertamanya menjadi fisikawan untuk emir, yang diobatinya dari suatu penyakit yang berbahaya. Majikan Ibnu Sina memberinya hadiah atas hal tersebut dengan memberinya akses ke perpustakaan raja Samanids, pendukung pendidikan dan ilmu. Ketika perpustakaan dihancurkan oleh api tidak lama kemudian, musuh – musuh Ibnu Sina menuduh din oa yang membakarnya, dengan tujuan untuk menyembunyikan sumber pengetahuannya. Sementara itu, Ibnu Sina membantu ayahnya dalam pekerjaannya, tetapi tetap meluangkan waktu untuk menulis beberapa karya paling awalnya.

Ketika Ibnu Sina berusia 22 tahun, ayahnya meninggal.Samanid dynasty menuju keruntuhannya pada desember 1004. Ibnu Sina menolak pemberian Mahmud of Ghazni, dan menuju kearah Barat ke Urgench di Uzbekistan modern, dimana vizier, dianggap sebagai teman seperguruan, memberinya gaji kecil bulanan. Tetapi gajinya kecil, sehingga Ibnu Sina mengembara dari satu tempat ke tempat lain melalui distrik Nishapur dan Merv ke perbatasan Khorasan, mencari suatu opening untuk bakat – bakatnya. Shams al-Ma’äli Qäbtis, sang dermawan pengatur dailam, seorang penyair dan sarjana, yang mana Ibn Sina mengharapkan menemukan tempat berlindung, dimana sekitar tahun (1052) meninggal dibunuh oleh pasukannya yang memberontak. Ibnu Sina sendiri pada saat itu terkena penyakit yang sangat parah. Akhirnya, di Gorgan, dekat Laut Kaspi, Ibnu Sina bertamu dengan seorang teman, yang membeli sebuah ruman didekat rumahnya sendiri idmana Ibnu Sina belajar logika dan astronomi. Beberapa dari buku panduan Ibnu Sina ditulis untuk orang ini ; dan permulaan dari buku Canon of Medicine juga d**erjakan sewaktu dia tinggal di Hyrcania. http://faktabukanopini.blogspot.com/2011/03/inilah-dokter-pertama-di-dunia.html
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management